Tentang 500px

January 5th, 2013 Permalink

Blog ini sudah semakin jarang diupdate. Sebagian karena memang saya malas, sebagian alasan lainnya karena saya kini lebih fokus memanfaatkan situs 500px.com untuk memajang galeri foto terakhir saya. Kebetulan pula saat  itu ada diskon 50% untuk akun Awesome (yang paling mahal), sehingga akhirnya saya putuskan untuk berlangganan dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. 500px.com bisa dibilang situs [...]

Share

IMG_0392

Blog ini sudah semakin jarang diupdate. Sebagian karena memang saya malas, sebagian alasan lainnya karena saya kini lebih fokus memanfaatkan situs 500px.com untuk memajang galeri foto terakhir saya. Kebetulan pula saat  itu ada diskon 50% untuk akun Awesome (yang paling mahal), sehingga akhirnya saya putuskan untuk berlangganan dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.

500px.com bisa dibilang situs social network khusus untuk para fotografer semi pro dan pro, setidaknya untuk mereka yang tidak memotret menggunakan ponsel (meski tidak ada larangannya sih). Setiap foto yang diunggah bisa langsung otomatis diketahui metadata foto tersebut, seperti speed, diafragma, ISO, bukaan lensa, dll. Kita bisa vote, favoritkan, dan kirim komentar setiap foto. Semakin banyak foto kita mendapat likes (votes), semakin besar nilai Affection kita. Melalui 500px.com juga kita bisa mengkomersialkan karya kita, dari sekedar untuk diunduh ukuran wallpaper hingga cetak di kanvas.

Selain sebagai galeri foto, 500px.com juga menyediakan fitur Stories, yakni tempat kita menyajikan serangkaian foto dalam cerita. Stories tak beda dengan photo blog, dengan desain dan penempatan foto yang sudah diatur. Akhirnya saya merasa lebih nyaman menyampaikan photo blog di sana, daripada di blog ini.

Di 500px.com saya bisa ditemukan di sini:

IMG_0651

 

Share

Tentang JKT48

July 1st, 2012 Permalink

Sudah pernah tau tentang JKT48 belum? Kalau belum, baca tulisan saya di blog satunya ya. Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan menonton aksi mereka kembali di Popcon Asia. Kalau dulu nonton di teater JKT48, duduknya dibatasi dan nggak boleh motret, maka pada kesempatan kali ini saya bisa duduk langsung nggelesoran di depan panggung sambil motret-motret. Kali [...]

Share

Sudah pernah tau tentang JKT48 belum? Kalau belum, baca tulisan saya di blog satunya ya. Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan menonton aksi mereka kembali di Popcon Asia. Kalau dulu nonton di teater JKT48, duduknya dibatasi dan nggak boleh motret, maka pada kesempatan kali ini saya bisa duduk langsung nggelesoran di depan panggung sambil motret-motret. Kali ini 21 personil JKT48 yang manggung menyanyikan 3 lagu andalannya (itu-itu lagi juga sih, bosan juga lama-lama). Sebenarnya saya motret semua wajah yang manggung, tapi yang akhirnya terlihat lebih layak ditayangin cuma ada 15 nih.

Untuk yang belum kenal dengan mereka, dari kiri ke kanan, atas ke bawah: Melody Nurramdhani Laksani, Cleopatra, Rena Nozawa, Cindy Gulla, Alissa Galliamova, Devi Kinal Putri, Nabilah Ratna Ayu Azalia, Beby Chaesara Anadila, Ayana Shahab, Delima Rizky, Shania Junianatha, Sendy Ariani, Frieska Anastasia Laksani, Rica Leyona, dan terakhir Gabriela Margareth Warouw. Semua dijepret dengan Nikon D7000 dan diedit dengan aplikasi Snapseed di iPad.

Share

Tentang Pilihan Hati

June 28th, 2012 Permalink

Sudah lama nggak iseng bermain-main. Ini ide sepintas saja, dan dibuatnya pun nggak lama, hanya sekitar sejam. Ceritanya, saat kamu menghadapi dunia yang penuh kekeringan, tak ada yang bisa membuatmu bahagia, lalu tiba-tiba kamu dihadapkan dengan beragam pilihan hati, apakah kamu nggak akan bingung? Sesuatu yang awalnya membuatmu pasrah tak menemukan tujuan, tiba-tiba kamu dihadapkan [...]

Share

Sudah lama nggak iseng bermain-main. Ini ide sepintas saja, dan dibuatnya pun nggak lama, hanya sekitar sejam. Ceritanya, saat kamu menghadapi dunia yang penuh kekeringan, tak ada yang bisa membuatmu bahagia, lalu tiba-tiba kamu dihadapkan dengan beragam pilihan hati, apakah kamu nggak akan bingung? Sesuatu yang awalnya membuatmu pasrah tak menemukan tujuan, tiba-tiba kamu dihadapkan dengan banyak pilihan.

Semua materi diambil dari stockart DeviantArt. Latar belakang dari sini. Hati mawar diambil dari sini. Lalu pengelana diambil dari sini.

 

Share

Tentang Putri Biru

February 22nd, 2012 Permalink

Ini pekerjaan iseng-iseng semalam selama 2 jam. Semua materi ini saya ambil dari stok foto Deviantart. Setiap kali bikin artwork seperti ini, sambil lalu begitu saja sih mikirnya. Misalnya, habis menemukan suatu aset foto yang kayaknya keren untuk diolah, baru berpikir ini nanti enaknya ditambahkan apa ya, latarnya bagaimana ya, ceritanya bagaimana ya? Paling enak [...]

Share

Ini pekerjaan iseng-iseng semalam selama 2 jam. Semua materi ini saya ambil dari stok foto Deviantart. Setiap kali bikin artwork seperti ini, sambil lalu begitu saja sih mikirnya. Misalnya, habis menemukan suatu aset foto yang kayaknya keren untuk diolah, baru berpikir ini nanti enaknya ditambahkan apa ya, latarnya bagaimana ya, ceritanya bagaimana ya?

Paling enak sih sebetulnya kalau bisa mengkonsepkan idenya dulu sejak awal, baru mencari aset fotonya. Namun kalau seperti itu, nggak selalu dapat yang kita harapkan (dengan gratis). Ujung-ujungnya mesti beli. Hihihi, padahal ini kan cuma kerjaan iseng-iseng belaka. Oh ya, untuk artwork ini, aset model perempuan diambil dari sini, monster dari sini dan sini, lalu latar belakang laut diambil dari sini dan sini.

Share

Tentang Serangan Liliput

February 19th, 2012 Permalink

Kali ini saya mencoba menggunakan semua stok foto dari Deviantart untuk menyajikan satu cerita baru. Rumput saya ambil dari sini. Kapal yang melayang diambil dari sini. Langit dan planet dari sini, serta latar belakang dari sini. Lalu model perempuan yang terbaring diambil dari sini. Lalu para prajurit kurcaci itu diambil dari sini, sini, sini, dan [...]

Share

Kali ini saya mencoba menggunakan semua stok foto dari Deviantart untuk menyajikan satu cerita baru. Rumput saya ambil dari sini. Kapal yang melayang diambil dari sini. Langit dan planet dari sini, serta latar belakang dari sini. Lalu model perempuan yang terbaring diambil dari sini. Lalu para prajurit kurcaci itu diambil dari sini, sini, sini, dan sini. Hasilnya ya seperti di atas. Bagaimana?

Share

Tentang Sahabat Lama

February 19th, 2012 Permalink

Kita tentu tak akan mudah melupakan sahabat lama, meski sudah puluhan tahun tak berjumpa. Bayangkan betapa gembiranya saat kita tiba-tiba berjumpa dengan si sahabat di tempat yang terduga. Mungkin begitulah pesan yang mau saya ceritakan di gambar di atas. Foto si perempuan ini saya ambil curi-curi di salah satu pantai di Bali (mudah-mudahan yang empunya [...]

Share

Kita tentu tak akan mudah melupakan sahabat lama, meski sudah puluhan tahun tak berjumpa. Bayangkan betapa gembiranya saat kita tiba-tiba berjumpa dengan si sahabat di tempat yang terduga. Mungkin begitulah pesan yang mau saya ceritakan di gambar di atas. Foto si perempuan ini saya ambil curi-curi di salah satu pantai di Bali (mudah-mudahan yang empunya foto nggak lihat). Lalu awan saya ambil dari beragam koleksi awan dan dikocok-kocok lagi secara digital. Gambar kuda saya ambil dari sini, serta tanduknya dari sini. Selamat menikmati!

Share

Tentang Cerita Bidadari

February 16th, 2012 Permalink

Seorang bidadari mencari petunjuk dari seekor tetua gajah dari suku terpencil. Ia menanyakan arah pulang ke negeri eksotika. Ok, ini sih cerita ngawur. Yang penting saya suka bikin-bikin visual seperti ini saja. Yang agak surreal, imajinatif, dan seksi (kebetulan saja sih punya stok foto ini bekas jepretan IIMS tahun lalu). Foto-foto lainnya saya ambil dari [...]

Share

Seorang bidadari mencari petunjuk dari seekor tetua gajah dari suku terpencil. Ia menanyakan arah pulang ke negeri eksotika. Ok, ini sih cerita ngawur. Yang penting saya suka bikin-bikin visual seperti ini saja. Yang agak surreal, imajinatif, dan seksi (kebetulan saja sih punya stok foto ini bekas jepretan IIMS tahun lalu). Foto-foto lainnya saya ambil dari stok foto DeviantArt. Sayap dari sini. Rumput-rumputnya dari sini. Gajah dari sini. Latar belakang dari sini, dan salju dari sini. Selanjutnya, olah digital yang berperan utama.

Share

Tentang Silva

February 12th, 2012 Permalink

Belakangan ini saya tiba-tiba tertarik lagi melihat-lihat foto dan ilustrasi yang diolah digital. Takjub melihat karya-karya orang yang bertebaran di internet. Cek Pinterest saya saja deh untuk beberapa foto keren yang pernah saya lihat. Gara-gara itu, tangan saya ini jadi gatal ingn membuat hal serupa. Sudah lama banget sih saya nggak bikin-bikin seperti ini, makanya [...]

Share

Belakangan ini saya tiba-tiba tertarik lagi melihat-lihat foto dan ilustrasi yang diolah digital. Takjub melihat karya-karya orang yang bertebaran di internet. Cek Pinterest saya saja deh untuk beberapa foto keren yang pernah saya lihat. Gara-gara itu, tangan saya ini jadi gatal ingn membuat hal serupa. Sudah lama banget sih saya nggak bikin-bikin seperti ini, makanya kalau percobaan pertama ini masih biasa-biasa saja ya, mohon maklumi ya.

Di ilustrasi digital di atas, saya menggunakan model Silva, yang dulu memang pernah saya foto saat pertama kali membuat foto levitasi.  Foto langit biru juga berasal dari koleksi pribadi. Untuk ilustrasi sayap dan potongan-potongan jubah serta mesin di belakang itu saya ambil dari koleksi stock di DeviantArt. Sayap dari sini, sementara jubah/mesin dari sini. Sisanya, editing pencahayaan dan manipulasi fotonya murni dilakukan digital.

Share

Tentang Imlek 2563

January 29th, 2012 Permalink

Di Tahun Baru Imlek 2563 minggu lalu, saya kembali berjalan-jalan ke daerah Pecinan, Kota. Lebih tepatnya ke daerah Petak Sembilan, dengan klenteng-klenteng besarnya. Seperti Imlek tahun-tahun sebelumnya, klenteng ini dipenuhi oleh banyak warga Tionghoa yang bersembahyang. Seperti biasanya juga, banyak sekali fotografer berseliweran di antara mereka yang sedang bersembahyang. Saya datang sebelum jam 10, dan [...]

Share

Di Tahun Baru Imlek 2563 minggu lalu, saya kembali berjalan-jalan ke daerah Pecinan, Kota. Lebih tepatnya ke daerah Petak Sembilan, dengan klenteng-klenteng besarnya. Seperti Imlek tahun-tahun sebelumnya, klenteng ini dipenuhi oleh banyak warga Tionghoa yang bersembahyang. Seperti biasanya juga, banyak sekali fotografer berseliweran di antara mereka yang sedang bersembahyang.

Saya datang sebelum jam 10, dan klenteng saat itu sudah penuh luar biasa. Saya mendatangi 2 klenteng yang lokasinya berdekatan. Ingin sebenarnya berlama-lama di dalam setiap  klenteng ini, menunggu momen yang keren. Namun apa daya, mata keburu pedas oleh asap dupa yang lumayan tebal.

Share

Tentang Levitasi Bagian IV

January 28th, 2012 Permalink

Minggu lalu teman-teman Levitasi Hore bikin acara photowalk bareng ke Ragunan. Yang datang lumayan banyak, dan kebanyakan memang belum pernah mencoba foto levitasi sebelumnya. Saking banyaknya, yang ikutan photowalk pun dibagi menjadi beberapa tim. Saya di sini berkenalan dengan Nongky, yang kebetulan juga menjadi model di tim saya. Hihi, modelnya pun ikutan belajar, karena jadi [...]

Share

Minggu lalu teman-teman Levitasi Hore bikin acara photowalk bareng ke Ragunan. Yang datang lumayan banyak, dan kebanyakan memang belum pernah mencoba foto levitasi sebelumnya. Saking banyaknya, yang ikutan photowalk pun dibagi menjadi beberapa tim. Saya di sini berkenalan dengan Nongky, yang kebetulan juga menjadi model di tim saya. Hihi, modelnya pun ikutan belajar, karena jadi model levitasi itu nggak gampang loh. Lompat yang nggak kelihatan lompat ya memang susah. Anyway, berikut ini foto-foto Nongky di photowalk Ragunan. Semua foto dijepret dengan speed 1/500, dengan ISO yang menyesuaikan.

Ada satu foto di sini yang levitasinya diolah murni dengan editing digital. Saya motret 2 kali. Satu si model yang berdiri di atas sebuah objek. Satu lagi saya foto background yang bersih. Lalu saya montase kedua foto sehingga si model terlihat melayang. Nah, silakan deh tebak foto mana yang saya maksud.

 

Share